Selasa, 22 Maret 2011

Lombok, bukan hanya pantai..

Lombok, selain pantai2nya yang menawan, gili2 yang gak kalah sama hawai, apalagi sih yang bisa kita temuin? Ini dia,
1. Desa Sukarara (dalam bahasa sasak, bacanya Sukerare). Desa ini menarik untuk dikunjungi karena kegiatan sehari-hari masyarakat di desa ini adalah menenun. Ciri khas tenunan dari desa Sukarara ini adalah tenunan memakai benang emas yang sering di sebut kain songket, desa ini telah dikenal menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dikunjungi oleh para tamu nusantara maupun mancanegara. Di sepanjang jalan desa ini banyak toko-toko yang menjual kain tenun dari desa setempat maupun desa-desa sekitarnya. Para wanita di desa dengan pakaian adat sasak (lambung) yang berwarna hitam, selalu siap mendemontrasikan ketrampilan mereka. Mereka juga akan selalu siap Anda tanya mengenai awal ikhwal tradisi menenun ini.Selain itu, motif2 yang digunakan juga unik2 dan gak kalah dengan daerah lainnya.Ada motif kembang empat, motif cecak, dan lain-lain.
2. Desa Beleka (bahasa sasaknya, baca Beleke). Jauh sebelum Pulau Lombok menjadi salah satu destinasi pariwisata dunia, desa Beleka sudah dikenal sebagai pusat kerajinan tangan. Selama sudah hampir lebih dari 25 tahun desa ini menjadi salah satu desa yang menjual barang kerajinan Lombok untuk dipasarkan di pulau Bali. Kerajinan tangan yang dihasilkan adalah rotan, ketak, kerajinan kayu, keris dan keramik. Desa ini terletak 15 km di arah timur kota Praya, Lombok Tengah.
3. Kampung sade yang terletak di desa Rambitan merupakan salah satu desa tradisional Sasak yang masih asli. Rumah-rumah penduduk dibangun dari konstruksi bambu dan atapnya terbuat dari daun alang-alang. Dusun ini berpenghuni sekitar seratus orang dengan mata pencaharian utama adalah bertani. Usaha tambahan mereka adalah dengan menenun. Di dusun ini para pengunjung dapat menyaksikan kesenian Gendang Beleq dan tari Oncer.
4. Desa Penujak, bersama-sama dengan desa Banyumulek dan Masbagik. Penujak merupakan salah satu desa yang memproduksi gerabah Lombok. Desa ini dapat dikatakan sebagai desa yang dapat memperlihatkan proses pembuatan gerabah yang terbaik dari ketiganya. Biasanya pekerjaan pembuatan gerabah didominasi oleh kamu wanita. Tetapi karena banyaknya permintaan ekspor dari desa ini para kaum lelaki sudah mulai ikut serta membuat gerabah. Sekarang ini kita dapat melihat kaum wanita dan laki-laki bekerja bersama-sama untuk menciptakan desain-desain terbaru. (Desain yang paling unik, gerabahnya di isi air, waktu di balik airnya bisa gak tumpah, percaya gak percaya, buktikan saja!! hehehe)
5. Yang paling baru, nasi balap Puyung. Actually, bukan tempat wisata, sentra kerajinan or something like that. Ini adalah tempat makan yang (gak sombong karna saya juga orang Puyung) terkenal se-pulau Lombok. Nasi balap ini sangat terkenal karena kelezatannya. Selain proses pembuatannya yang masih tradisional, bungkus nasi dengan daun pisang, dan rasanya yang dijamin membuat lidah Anda ketagihan. Kabarnya juga, nasi balap ini ada yang bawa sampai ke Singapura. (believe it or not?) Nasi balap Puyung ini punya kisah unik, karena dulu orang-orang di Lombok sering mengadakan balap motor liar pada malam hari, maka setelah balap mereka biasanya akan lapar dan mencari makanan. Dari sana mulailah nasi balap ini berkembang, dan semaikin hari pelanggan pun semakin banyak. Dulu jualannya pun pada malam hari saja, tapi sekarang 24 jam. Nasi balap Puyung ini terletak di desa Puyung, sekitar 500meter dari kantor Desa Puyung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar